Penjelasan tentang norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Penjelasan tentang norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Penjelasan tentang norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Tatanan hukum

Penjelasan tentang norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara - Menurut Kamus Besar Bhs Indonesia, etika adalah seperangkat ketentuan atau ketetapan yang berbentuk mengkiat masyarakat grup dalam penduduk, dipakai menjadi tips, tatanan, serta pengontrol perilaku yang sesuai dengan serta di terima. Tiap-tiap masyarakat dan warga mesti dan harus taati etika yang laku.

Dengan menggunakan etika, jadi tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara bisa menjadi teratur, aman, rukun dan damai. Situasi penduduk yang patuh pada etika yang laku dan menerapkannya dalam kehidupan keseharian dapat membuat satu kehidupan penduduk yang adil, makmu dan sejahtera.
Ada juga yang mengatakan jika etika adalah aturan atau ketentuan yang disetujui serta memberikan dasar perilaku buat beberapa anggotanya dalam wujudkan suatu yang dipandang baik, benar serta diharapkan. Secara singkat, etika adalah aturan atau dasar dalam wujudkan satu nilai. Aturan atau ketentuan ini umumnya berwujud perintah serta larangan.

1. Menerapkan etika agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara

Etika agama adalah tuntutan hidup manusia ke arah yang lebih baik serta benar. Selain itu, etika agama mengatur keharusan manusia pada Tuhan, diri pribadi serta sesama. Pelanggaran pada etika agama akan menghadirkan sangsi dari Tuhan.
Tingkat keimanan serta ketaqwaan seorang bisa berubah-ubah, terkadang bertambah serta terkadang alami penurunan. Supaya keimanan serta ketakwaan seorang lebih mantap, jadi memerlukan upaya-upaya tingkatkan keimanan serta ketakwaan lewat beberapa peribadatan serta pekerjaan yang lain dan mendaami ilmi pengetahuan.
Iman serta takwa adalah bentuk dari pelaksanaan etika agama. Beberapa cara untuk mengaplikasikan etika agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara adalah seperti berikut:

a. Rajin beribadah
b. Menolong sesama, terpenting yang berkekurangan.
c. Memberikan beberapa harta pada kerabat, anak yatim, serta beberapa orang miskin.
d. Bertutur kata yang sopan.
e. Menjauhi pengucapan serta perbuatan yang tidak berguna
f. Memberikan sumabngan
g. Menghargai tetangga serta tamu
h. Mencintai orang yang lain seperti menyukai diri pribadi.
i. Menepati janji
j. Sabar dalam melawan kesulitan, penderitaan dan masalah.
k. Menahan amarah serta tidak emosional.
l. Lapang dada serta pemaaf.

Baca juga :
Pembahasan dan jenis perihal tanggung jawab secara umum
Pemahaman tentang politik secara global dan para ahli dibidangnya

2. Menerapkan etika kesusilaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara

Etika kesusilaan adalah ketentuan hidup yang datang dari nada hati manusia, yang memastikan manakah perbuatan baik serta manakah perbuatan yang tidak baik. Oleh karenanya, etika kesusilaan ini tergantung pada pribadi manusia tersebut.
Etika kesusilaan menggerakkan manusia membina kebaikan akhlak pribadinya hingga ia jadi pribadi yang baik. Langkah untuk mengaplikasikan etika kesusilaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara seperti berikut:

a. Melaksanakan pekerjaan serta keharusan dengan jujur.
b. Menjalani kehidupan dengan lumrah.
c.  Membiasakan diri menghargai orang yang lain.
d.  Mengendalikan diri dari perkataan serta perbuatan tercela.
e.  Menghindari sikap malas
f.  Menghindari karakter waktu bodoh
g. Tidak berlaku angkuh
h. Setia kawan serta solider atas basic kebenaran
i.  Bersikap serta lakukan tindakan dengan budi bhs yang baik
j.  Menghindari sikap kasar
k. Menghindari sikap pendendam

3. Menerapkan etika kesopanan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara

Etika kesopanan adalah ketentuan hidup yang muncul dari pergaulan hidup penduduk spesifik. Landasan etika kesopanan adalah kepatutan, kepantasan, serta rutinitas yang laku pada penduduk yang berkaitan.

Oleh karenanya, etika kesopanan sering disamakan dengan sopan santun, tata krama, atau kebiasaan. Etika kesopanan diperuntukkan pada sikap lahir tiap-tiap pelakunya untuk ketertiban penduduk serta untuk sampai situasi keakraban dalam pergaulan.

Oleh karenanya, arah dari etika kesopanan bukan untu manusia menjadi pribadi tetapi manusia menjadi makhluk sosial yang hidup bersama dengan di dalam penduduk. Langkah untuk mengaplikasikan etika kesopanan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara sebgai tersebut:

a.  Menampilkan diri sesuai dengan budaya serta rutinitas mulia bangsa.
b.  Menghormati hak serta keharusan diri ataupun orang yang lain.
c. Berbuat suatu dengan lumrah serta sepatutnya
d. Patuhi ketetapan bersama-sama dan menghormati kesepakatan yang sudah dibikin.
e. Bergaul serta memperlakukan orang yang lain dengan baik.
f. Tidak egois serta tidak munafik dalam beberapa kehidupan sosial.
g. Taati ketentuan yang laku.
h.  Betutur kata yang sopan serta jujur dalam kehidupan keseharian.
i. Memperlakukan orang yang lain sama dengan harkat, martabat serta derajatnya.
j.  Menghindari sikap sombong, tidak suka serta sewenang-wenang pada orang yang lain.
k. Menyukai tanah air, bangsa dan negara.
l.  Bangga jadi anggota masyarakat dan warga dan bangga jadi bangsa Indonesia.
m. Patuhi ketentuan yang laku di sekolah serta dalam pergaulan dengan rekan.
n. Hindari tingkah laku menyelimpang dari etika atau ketentuan yang laku.
o. Menghindari tingkah laku senang menyepelekan ketentuan serta pekerjaan dalam segal aktivitas

4. Menerapkan etika hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara.

Etika hukum adalah ketentuan yang dibikin dengan sah oleh instansi negara, berbentuk mengikat tiap-tiap orang dan pemberlakuannya bisa dipaksakan oleh aparat yang berwenang, hingga hukum itu dapat dipertahankan.
Menurut J. Van Kant, karakter yang ciri khas dari ketentuan hukum adalah memaksa menginginkan tinjauan yang dalam. Karena memaksa bukan bermakna selalu bisa dipaksakan.
Etika hukum tidak mempermasalahkan apa sikap batin seorang itu baik atau jelek. Yang dilihat dalam etika hukum adalah bagaimana perbuatan lahiriah seorang dengan riil serta konkret. Akan tetapi, etika hukum bukan sekedar memberatkan seorang dengan keharusan semata-mata, tapi juga memberi hak.

Mengenai contoh etika hukum adalah seperti berikut:

a. Hukum perkawinan

“Perkawinan ialah resmi, apanila dikerjakan menurut hukum semasing agamanya serta kepercayaannya itu.”

Untuk mengaplikasikan etika hukum diatas didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara, contohnya pemeluk agama Islam melakukan upacara perkawinan yang dicatat oleh petugas pencatat perkawinan di kantor departemen agama.

Dengan pelaksanaan upacara perkawinan itu, jadi terbentuklah satu keluarga yang resmi. Buat mereka yang tidak mematuhi etika itu, karena sangsi menjadi pelanggaran pidana.

b. Hukum pidana

“Barang siapa merebut nyawa orang yang lain, diancam sebab perbuatan dengan pidana sangat lama lima belas tahun.”

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara, etika hukum bisa diaplikasikan lewat cara sebagai berikut:

Si pelanggar diolah dengan hukum sesuai dengan prosedur hukum yang laku. Ditempat peristiwa masalah (TKP), aparat penegak hukum atau polisi tangkap aktor serta membuat berita acara terjadinya tindak pidana, lalu berkas masalah di kirim ke kejaksaan. Di kejaksaan, jaksa menyidik serta membuat tuntutan hukuman atas tindak pidana itu ke pengadilan. Di pengadilan, majelis hakim menyidangkan masalah pidana tersebut. Lantas memvonis pidana penjara jika dapat dibuktikan bersalah serta memvonis bebas bila tidak dapat dibuktikan bersalah. Terdakwa yang divonis bersalah selekasnya dilakukan.

c. Hukum perdata

“Tiap perbuatan tidak mematuhi hukum, yang membawa kerugian pada orang yang lain, mengharuskan orang yang sebab kelirunya menertibkan kerugian itu, ganti kerugian itu. ”

Etika hukum itu dapat diaplikasikan lewat proses persidangan di pengadilan. Sesudah diolah sama dengan hukum yang laku serta dinyatakn bersalah oleh hakim, jadi ia harus ganti kerugian itu.

Buka Komentar

Tidak ada komentar