Pemahaman tentang heterogen dengan jenisnya beserta contoh

Pemahaman tentang heterogen dengan jenisnya beserta contoh

Pemahaman tentang heterogen dengan jenisnya beserta contoh

Campuran heterogen

Pemahaman tentang heterogen dengan jenisnya beserta contoh - Kombinasi pada dua jenis zat atau lebih yang partikel-partikel penyusunnya masih tetap bisa dibedakan keduanya dimaksud kombinasi heterogen. Contoh kombinasi heterogen: tanah, air sungai, makanan, minuman, air laut, adonan kue, adonan beton cor, dan sebagainya. Pada kombinasi heterogen dinding pembatas antar zat masih tetap bisa disaksikan, contoh kombinasi air dengan minyak, kombinasi besi serta pasir, kombinasi serbuk besi serta air, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Kombinasi Heterogen

Mengenai ciri/karakter dari kombinasi heterogen pada umumnya ialah seperti berikut.
□ Bisa dibedakan pada partikel penyusun yang satu dengan yang lain.
□ Mempunyai warna yang berbeda (ada degradasi)
□ Condong mempunyai perasaan yang berbeda dalam tiap-tiap susunan.
□ Perbandingan zat yang tercampur berbeda.
□ Konsentrasi berbeda.
□ Bentuk bisa berbentuk cairan, padatan, serta gas.
□ Bisa dipisahkan memakai langkah mekanis seperti filtrasi (penyaringan) biasa.

Macam-Macam Kombinasi Heterogen

Berdasar pada ukuran partikel penyusunnya karena itu kombinasi heterogen dibedakan jadi suspensi serta koloid.

■ Suspensi
Ialah kombinasi heterogen pada babak terdispersi dalam medium pendispersi. Pada umumnya, terdispersi ialah padatan, sedang medium pendispersi ialah air. Dalam skema suspensi bisa dibedakan pada zat terdispersi serta medium pendispersi. Babak terdispersi berbentuk padatan dengan ukuran besar akan tampak menyebar dalam medium air. Karena ukuran zat terdispersi besar, babak air tidak dapat lagi meredamnya. Oleh karenanya, zat terdispersi akan mengendap.

Ukuran zat terdispersi dalam suspensi lebih dari 10-5 cm. Dengan penyaringan biasa, zat terdispersi bisa disaring. Menjadi, suspensi ialah dispersi padatan dengan bentuk fisik heterogen. Contoh suspensi ialah air keruh, kombinasi air dengan pasir, kombinasi kopi dengan air, air kapur, serta kombinasi minyak dengan air.

Baca juga :
Pemahaman tentang homogen dan jenisnya
Penjabaran perihal Asam, Basa dan Garam terlengkap 

Mengenai beberapa ciri dari suspensi ialah seperti berikut.
□ Suspensi memiliki ukuran partikel > 10-5 cm.
□ Suspensi bisa disaksikan dengan mikroskop.
□ Suspensi bisa disaring dengan kertas saring.
□ Suspensi berbentuk labil berarti tidak bertahan lama.
□ Suspensi gampang alami koagulasi (penggumpalan).
□ Suspensi termasuk juga kombinasi heterogen.

■ Koloid
Ialah kombinasi hampir homogen pada babak terispersi serta babak pendispersi. Kombinasi ini hampir homogen, berarti kombinasi dua zat hampir menyatu serta susah dibedakan. Babak terdispersinya bukan berbentuk molekuler namun kombinasi dari beberapa molekul.

Bila diambil contoh zat terdispersi padatan dalam babak pendispersi air, karena itu skema koloid adalah dispersi padatan (kombinasi dari molekul) yang menyebar dalam medium pendispersi. Akan tetapi partikel padatan yang terdispersi ini kecil hingga tidak dapat dibedakan manakah babak terdispersi serta manakah babak pendispersi. Contoh skema koloid ialah sabun, susu, santan, agar-agar, selai, mentega, serta mayonaise.

Mengenai beberapa ciri dari koloid ialah seperti berikut.
□ Skema koloid memiliki ukuran partikel 10-7 – 10-5 cm.
□ Partikelnya bisa disaksikan dengan mikroskop ultra.
□ Partikel koloid tidak bisa disaring dengan kertas saring biasa, tapi bisa disaring memakai kertas perkamen.
□ Koloid bertahan lama.
□ Koloid akan terakugulasi jika ditambah larutan.
□ Koloid memiliki karakter elektrolit.
□ Koloid termasuk juga kombinasi homogen dengan makroskopis serta heterogen dengan mikroskopis.

Kenapa koloid disebutkan kombinasi heterogen?
Seperti yang sudah diterangkan awal mulanya, adalah kombinasi yang hampir homogen, tapi mengapa termasuk juga kelompok kombinasi heterogen? Dengan makroskopis, koloid adalah kombinasi yang homogen, namun dengan mikroskopis (jika dilihat dengan mikroskop ultra) maka tampak ketidaksamaan partikel penyusunnya hingga bisa disebutkan kombinasi heterogen.

Ketidaksamaan pada larutan sejati, koloid serta suspensi

● Berbentuk Homogen, yakni tidak bisa dibedakan meskipun memakai mikroskop ultra
● Semua partikel berdimensi (panjang, lebar, atau tebal) kurang dari 1 mm
● Satu fasa
● Stabil
● Tidak bisa disaring
● Contoh: larutan gula, larutan garam, spiritus, alkohol 70%, larutan cuka, air laut, hawa yang bersih, serta bensin.
● Dengan makroskopis berbentuk homogen, tapi heterogen bila dilihat dengan mikroskop ultra
● Partikel berdimensi pada 1 nm sampai 100 nm
● Dua fasa
● Biasanya stabil
● Tidak bisa disaring, terkecuali dengan penyaringan ultra
● Contoh: sabun, susu, santan, cermat, selai, mentega, serta mayones.
● Berbentuk Heterogen
● Salah satunya atau semua dimensi partikelnya semakin besar dari 100 nm
● Dua fasa
● Tidak stabil
● Bisa disaring
● Contoh: air sungai yang keruh, kombinasi air dengan pasir, kombinasi kopi dengan air, serta kombinasi minyak dengan air.

Contoh-Contoh Kombinasi Heterogen

Di bawah ini ialah himpunan beberapa contoh kombinasi heterogen dalam kehidupan keseharian yang baik dengan menyengaja ataupun tidak, kita sempat memandangnya.

1. Pasir
2. Tanah
3. Air dengan pasir
4. Air dengan tanah
5. Air dengan minyak tanah
6. Air dengan minyak goreng
7. Air dengan bensin
8. Air dengan solar
9. Air dengan oli
10. Air dengan tepung beras
11. Air dengan kapur (termasuk juga type suspensi)
12. Air dengan kopi
13. Kombinasi kapur serta pasir
14. Serbuk besi serta karbon
15. Sereal dalam susu

Buka Komentar

Tidak ada komentar