Berikut Penjelasan Abrasi Dan Erosi Serta Jenis Dan Perbedaan nya

Berikut Penjelasan Abrasi Dan Erosi Serta Jenis Dan Perbedaan nya

Berikut Penjelasan Abrasi Dan Erosi Serta Jenis Dan Perbedaan nya

Abrasi dan erosi

Berikut Penjelasan Abrasi Dan Erosi Serta Jenis Dan Perbedaan nya - Abrasi dan erosi termasuk dalam pelajaran IPS. Masih ada yang ingat tidak, pelajaran kelas berapa ?
Untuk sekarang kelas 3 SD sudah mempelajari perihal Abrasi dan Erosi. Tetapi hanya sekilas saja tidak secara detail. Artikel kali ini akan menjelaskan secara detail mengenai abrasi dan erosi. Silahkan dibaca dengan seksama supaya bisa dipahami.

1. Erosi

Yang disebut dengan erosi merupakan proses pengikisan batuan, tanah, ataupun padatan yang lain yang dikarenakan oleh pergerakan air, es, atau angin. Terkadang banyak yang menyebutkan erosi menjadi pelapukan. Namun pada pelapukan karena cuaca serta erosi tidak sama. Pelapukan adalah terjadinya penghancuran mineral batuan baik karena satu proses fisik, kimiawi, atau keduanya. Erosi yang dihadapi oleh padatan sebetulnya dikarenakan oleh alam (air, angin, dan lain-lain), tetapi tingkah manusia membuat erosi yang terjadi semakin kronis.

Pemicu Erosi 

Kegiatan manusia yang jadi memperburuk keadaan tempat yang sudah erosi diantaranya :
  • Penebangan rimba liar yang mengakibatkan rimba gundul tanpa disertai penanaman pohon kembali.
  • konstruksi yang tidak teratur.
  • alih fungsi hutan jadi tempat pertambangan, perkebunan, ataupun pertanian bahkan pembangun jalan. 
  • Rimba yang sudah berpindah fungsinya jadi beberapa tempat untuk bercocok tanam, pertanian, perkebunan, serta yang lain yang bisa meningkatkan kemungkinan erosi tanah karena tanaman yang dibudidayakan di tempat pertanian atau perkebunan mempunyai akar yang lemah, hingga tidak bisa mengawasi susunan tanah masih kuat. 
  • Beda hal nya dengan tanaman/pohon-pohon yang biasa tumbuh di hutan-hutan, mempunyai akar kuat serta bisa mengikat tanah, menjadi strukturnya masih terbangun serta kuat (terlepas dari erosi). 

Arikel Erosi serta Penyebabnya 

  • Langkah menahan erosi Tanah 
  • Efek karena rusaknya hutan 
  • Karena rimba gundul 
  • Langkah menahan tanah longsor 
  • Pemicu tanah tandus 


Tingkatan Erosi

  • Detachment. Yaitu proses lepasnya batuan dari massa induk. 
  • Transportasi. Yaitu perpindahan batu yang telah terkikis dari satu lokasi/lokasi ke lokasi yang lain. 
  • Sedimentasi. Yaitu mengendapnya batu yang terkikis. 


Aspek Pemicu Erosi 

  • Tumbuhan 
  • Alih manfaat lahan 
  • Iklim 
  • Type serta karakter tanah 
  • Topografi (kemiringan serta panjangnya lereng). 

Efek Terjadinya Erosi

  • Susunan tanah atas makin tipis. Erosi yang terus-terusan mengikis tanah akan berpengaruh pada permukaan tanah atas yang semakin tipis. 
  • Pemicu Banjir. Erosi adalah salah satunya pemicu terjadinya bencana banjir. Karena tempat yang erosi akan alami penurunan kekuatannya dalam menyerap air ke tanah. Air yang meluap serta sulit terserap secara cepat berefek pada bencana banjir yang menempa satu daerah. 
  • Tanah tidak dapat menyerap air dengan baik. Utamanya sama juga dengan point awal mulanya. Tanah yang erosi, pasti tidak bisa menyerap air dengan baik. Ini mengakibatkan air di permukaan akan melimpah serta meluap. 
  • Sedimentasi sungai. Tanah yang terbawa oleh air yang mengikisnya (pengikisan tanah karena erosi oleh air), akan masuk ke sungai serta mengendap disana, hingga berlangsung pendangkalan sungai. 

Beberapa jenis Erosi 

1. Ablasi

Ablasi atau erosi air sungai adalah satu proses pengikisan tanah di seputar saluran air. Kecepatan air, jumlahnya air, serta pasir yang diangkut di air bisa memengaruhi cepat lambannya pengikisan. Saluran dari air sungai yang terus-terusan mengikis permukaan atau bagian-bagian sungai akan berefek pada terbentuknya ngarai,  jurang, ataupun lembah.
Erosi yang peluang dapat berlangsung selama saluran sungai merupakan :

  • Erosi mudik. Adalah pengikisan yang berlangsung pada dinding air terjun serta lama kelamaan akan memengaruhi letak air terjun menjadi mundur ke hulu. 
  • Erosi tebing sungai. Adalah pengikisan dinding sungai yang berefek pada meluasnya lembah. 
  • Erosi tubuh sungai. Adalah pengikisan yang berlangsung didalam tubuh sungai serta berefek pada sungai yang semakin dalam. 

Berdasar pada tingkatan/tingkatan rusaknya tanah yang kikis, bisa dibagi jadi :

  • Erosi saluran (splash erosion) - Erosi saluran bisa membuat partikel-partikel tanah di permukaan menjadi tenggelam bersama dengan saluran air. Ada cara-cara air itu dapat membuat partikel tanah tenggelam. Pertama merupakan saltasi (turbulensi air membuat tanah lompat serta tersapu oleh air sambil gerak mengarah bawah), ke-2 yaitu dengan langkah rayapan (tanah yang banyak memiliki kandungan air itu merayap turun dari lereng, ke-3 suspensi (waktu tanah halus bercampur dengan air). 
  • Erosi percik - Erosi percik yakni pengikisan yang berlangsung waktu percikan air jatuh ke tanah. Contohnya saat berlangsung hujan yang mengikis tanah dikit demi sedikit. 
  • Erosi saluran - Merupakan waktu air melalui tanah yang lebih rendah serta membuahkan cekungan. Air yang mengalir serta selalu mengikis tanah akan membuat jalur air (rill) atau erosi jalur/rill erosion, setelah itu jika hasilnya lama akan tercipta parit (gully) atau erosi parit/gully erosion. 

Bentang alam dari hasil ablasi diantaranya :

  • Oxbow lake (danau tapal kuda) - Adalah danau yang berlangsung dari sungai yang dulu belok, lantas menerobos. 
  • Meander - Adalah sungai berkelok yang semakin lama bisa membuat oxbow lake. 

Baca juga :
3 jenis sinar radioaktif yang perlu diketahui

2. Abrasi 

Abrasi yang biasa dimaksud dengan erosi gelombang laut atau erosi marin merupakan proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Pemicu abrasi merupakan permukaan air laut yang naik, karena mencairnya es di kutub. Hingga berefek pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah.

Abrasi ini bisa di pengaruhi oleh faktor-faktor. Salah satunya merupakan besar atau kecilnya gelombang laut serta cepat lamban gelombang itu. Sesaat kemampuan abrasi dikarenakan oleh banyak hal, yakni :

  • Besar kecil gelombang laut.
  • Tingkat kekerasan batuan (semakin keras batu.
  • Semakin tahan pada abrasi)
  • Dalamnya laut pada muka pantai (makin dalam, kemampuan abrasi semakin besar).
  • Jumlahnya materi yang dibawa oleh gelombang (jumlahnya materi yang sejumlah besar berbentuk pasir atau kerikil akan meningkatkan kemampuan abrasi menjadi semakin besar juga). 

Bentang alam dari hasil abrasi diantaranya :

  • Cliff (tebing pantai) - Adalah pantai yang memiliki batuan keras juga curam serta curamnya pegunungan. Tebing sisi bawah yang lama  kelamaan mengikis akan membuat wave cut basis. Termasuk juga cekungan yang tercipta pada dinding cliff atau dimaksud relung.
  • Cave, arch, stack, stump - Cave atau sebutan gua yang berada di tebing pantai, jika terobosan gua sampai dua bagian tebing akan menjadi arch, arch yang terserang pengikisan atau erosi serta tersisa tiang yang jauh dari cliff akan membuat stack, sesaat bila stack alami erosi serta gugur masuk ke bawah air laut diberi nama stump. 
  • Dataran abrasi - Adalah lokasi dataran yang telah terserang abrasi serta bisa disaksikan dengan jelas waktu air laut surut.

Demikian lah penjelasan mengenai Abrasi dan Erosi.

Buka Komentar

Tidak ada komentar