Bentuk dan Lapisan Inti Bumi

Bentuk dan Lapisan Inti Bumi

Bentuk dan Lapisan Inti Bumi

Bentuk dan lapisan inti bumi

Bentuk dan lapisan inti bumi - Bentuk permukaan bumi yang kita huni tidak rata. Fakta nya permukaan bumi ada yang cembung serta ada yang cekung. Permukaan yang cembung bisa berbentuk perbukitan serta pegunungan. Sedang permukaan yang cekung bisa berbentuk danau, lembah serta lautan termasuk juga bentuk yang cekung. Dalam artikel kesempatan ini akan mengulas bagaimana bentuk serta proses terjadinya di permukaan bumi.

Struktur Susunan Bumi

Bumi merupakan salah satunya planet tata Surya. Dan bumi juga sampai saat  ini adalah planet yang berpenghuni. Belum ditemukan planet yang sama seperti bumi yang bisa di huni. Pada awal pembentukan nya, bumi berbentuk benda angkasa yang pijar serta begitu panas. Sesudah berjuta juta tahun, bumi yang pijar serta begitu panas itu perlahan-lahan tempat alami pendinginan. Sisi kulit bumi jadi beku. Meskipun sisi dalamnya masih panas.

Susunan Lapisan Bumi

1. Inti dalam, jari jarinya 1300 km. Massa type nya = 12 - 15.
2. Inti luar, tebalnya 2100 km. Massa type nya = 12 - 15.
3. Mantel, tebalnya 2900 km. Massa type nya = 3,0 - 8,0
4. Kulit bumi atau kerak bumi, tebalnya 4 - 80 km. Massa type nya 2,6 - 3,0

Inti bumi ( inti dalam serta inti luar ) adalah massa cair liat yang begitu kental serta begitu panas.
Inti bumi terdiri atas nikel serta besi ( nice ). Temperatur pada bagian pusat bumi +/- 2500°C. Kerak bumi yang dingin serta padat massa type nya lebih kecil dari massa cair yang ada dibawahnya. Oleh karena itu kerak bumi terapung diatas susunan mantel yang cair liat. Kerak bumi yang membuat basic samudera dimaksud lempeng samudera. Sedang kerak bumi yang membuat benua diberi nama lempeng benua.
Lempeng samudera berjalan dari tengah samudera karena tertekan dari bawah lempeng yang cair pijar. Lempeng yang berubah pada akhirnya akan bertumbukan dengan lempeng yang lainnya.

Baca juga :
Pembelajaran tentang DNA pada manusia

Lempeng samudera yang berubah kekanan akan bertabrakan dengan lempeng benua, lalu akan menunjam ke bawah serta leleh karena panas lantas menjadi magma yang keluarkan daya. Jika tumpukan magma serta tumpukan daya itu makin bertambah selalu makin bertambah serta jadi besar sekali, pada akhirnya akan mengakibatkan terjadinya :

1. Magma yang akan menerobos lempeng benua diatasnya lewat retakan atau patahan serta terbentuklah gunung berapi. Tanda-tanda semacam ini dimaksud Vulkanisme.

2. Tumpukan daya di daerah penunjaman demikian besar, karena itu daya itu akan dapat menggoyahkan atau mengetarkan lempeng benua serta lempeng samudera di sekelilingnya. Getaran ini dimaksud Gempa Bumi.

3. Gerak lempeng. Desakan keatas dari magma serta daya yang terkumpul di daerah penunjaman akan dapat mendesak susunan kulit bumi hingga kulit bumi dapat melengkung bahkan juga patah. Tanda-tanda ini dimaksud Tektonisme.

Ke-3 tanda-tanda itu diatasnya yakni Vulkanisme, Seisme serta Tektonisme merupakan berbentuk tenaga yang datang dari dalam bumi serta diberi nama tenaga Endo / dalam.
Di daerah konveksi akan tercipta relief muka bumi yang berujud :
* Gunung api bawah laut.
* Lembah bawah laut
* Pegunungan bawah laut.

Relief muka bumi yang tercipta di daerah tumbukan lempeng merupakan :

- Palung laut
- pegunungan
- Gunung api aktif
- pulau pulau lipatan

Lempeng samudera serta lempeng benua nyatanya berubah - geser atau berjalan jalan.

Buka Komentar

Tidak ada komentar