3 jenis sinar radioaktif yang perlu diketahui

3 jenis sinar radioaktif yang perlu diketahui

3 jenis sinar radioaktif yang perlu diketahui

Sinar radioaktif

3 jenis sinar radioaktif yang perlu diketahui - Radioaktivitas dimaksud juga peluruhan radioaktif, yakni momen terurainya beberapa inti atom spesifik dengan spontan yang dibarengi dengan pancaran partikel alfa (inti helium), partikel beta (elektron), atau radiasi gamma (gelombang elektromagnetik gelombang pendek). Sinar-sinar yang dipancarkan itu dimaksud cahaya radioaktif, sedang zat yang pancarkan cahaya radioaktif dimaksud dengan zat radioaktif.

Arti keradioaktifan (radioactivity) pertama-tama dibuat oleh Marie Curie (1867 - 1934), seseorang pakar kimia asal Prancis. Marie serta suaminya, Pierre Curie (1859 - 1906), sukses temukan unsur radioaktif baru, yakni polonium serta radium. Ernest Rutherford (1871 - 1937) mengatakan jika cahaya radioaktif bisa dibedakan atas cahaya alfa yang bermuatan positif serta cahaya beta yang bermuatan negatif. Paul Ulrich Villard (1869 - 1915), seseorang ilmuwan Prancis, temukan cahaya radioaktif yang tidak bermuatan, yakni cahaya gamma.

Baca juga :
Trik membuat suasana belajar yang efektif dan menyenangkan

Berdasar pada partikel penyusunnya, cahaya radioaktif dibagi jadi tiga, yakni cahaya alfa, cahaya beta, serta cahaya gamma.

1. Cahaya alpha (α)

Cahaya alfa merupakan cahaya yang dipancarkan oleh unsur radioaktif. Cahaya ini diketemukan dengan berbarengan dengan penemuan kejadian radioaktivitas, yakni peluruhan inti atom yang berjalan dengan spontan, tidak termonitor, serta membuahkan radiasi. Cahaya alfa terdiri atas dua proton serta dua neutron.
Di bawah ini merupakan karakter alamiah cahaya alfa :


  • Cahaya alfa adalah inti He. 
  • Bisa menghitamkan pelat film (yang bermakna mempunyai daya ionisasi). Daya ionisasi cahaya alfa sangat kuat dibanding cahaya beta serta gamma. 
  • Memiliki daya tembus sangat lemah diantara ke-3 cahaya radioaktif. 
  • Bisa dibelokkan oleh medan listrik ataupun medan magnet. 
  • Memiliki jangkauan beberapa sentimeter di hawa serta 10^2 mm didalam logam.

2. Cahaya betha (β)

Cahaya beta adalah elektron tambah energi tinggi yang datang dari inti atom.
Di bawah ini beberapa karakter alamiah cahaya beta :

  • Memiliki daya ionisasi yang lebih kecil dari cahaya alfa. 
  • Memiliki daya tembus yang semakin besar dibanding cahaya alfa. 
  • Bisa dibelokkan oleh medan listrik ataupun medan magnet. 

Partikel Beta (β) dipancarkan oleh unsur yang memiliki perbandingan jumlahnya netron semakin besar dibanding dengan jumlahnya proton. Supaya konstan, netron mesti dikurangi lewat cara satu netronnya menjadi proton serta satu elektron.

Proton hasil masih ada pada dasarnya sedang elektronnya akan dipancarkan menjadi partikel Beta (β). Dengan begitu, inti yang meluruh jadi inti lainnya nomer atomnya makin bertambah, tapi nomer massanya masih.

Dalam reaksi diatas tampak inti atom X meluruh jadi Y dengan pancarkan partikel Beta (β). Perlu untuk diketahui jika elektron yang dipancarkan pada peluruhan cahaya Beta (β) ini bukan elektron yang datang dari kulit (orbital) atom tetapi elektron yang dibuat didalam inti tersebut. Seperti pada pemancaran Alpha (α), jumlahnya nomer atom serta jumlahnya nukleon pada ruas kiri mesti sama juga dengan ruas kanan.

Pertikel beta (β) gampang dideteksi karena lintasannya yang melingkar bila melalui satu bahan serta cuma tinggal sekejap dalam satu atom tunggal karena kecepatannya yang tinggi. Mengakibatkan, ionisasi yang dikarenakan oleh partikel beta ini tambah lebih kecil dibanding dengan ionisasi karena partikel Alpha (α), yakni seputar 103 pasangan ion setiap cm hawa pada desakan normal.

3. Cahaya Gamma (γ)

Cahaya gamma merupakan radiasi gelombang elektromagnetik yang terpancar dari inti atom dengan daya yang tinggi sekali yang tidak mempunyai massa ataupun muatan. Cahaya gamma turut terpancar saat suatu inti pancarkan cahaya alfa serta cahaya beta. Peluruhan cahaya gamma tidak mengakibatkan pergantian nomer atom ataupun massa atom.
Berikut beberapa karakter alamiah Cahaya gamma :

  • Cahaya gamma tidak mempunyai jangkauan optimal di hawa, makin jauh dari sumber intensitasnya semakin kecil. 
  • Memiliki daya ionisasi sangat lemah. 
  • Memiliki daya tembus yang paling besar. 
  • Tidak membelok dalam medan listrik ataupun medan magnet. 


Buka Komentar

Tidak ada komentar